Metode Persilangan Tanaman Guna Mendapatkan Kualitas Tanaman yang Baik

Metode Persilangan Tanaman Guna Mendapatkan Kualitas Tanaman yang BaikMetode persilangan tanaman – Hibridisasi atau lebih dikenal dengan persilangan tanaman merupakan proses persilangan tetua dengan susunan genetic yang berbeda. Dengan proses ini, keanegaraman hayati akan lahir dan dapat digunakan dengan baik demi kepentingan manusia. Tujuan dari melakukan persilangan tanaman ini sendiri adalah untuk melahirkan genotip yang baru akibat gabungan fifat baik yang dimiliki oleh tanaman tertentu. Untuk mendapatkan varietas yang unggul dalam bidang pertanian, persilangan tanaman perlu dilakukan. Varietas baru yang mampu melakukan penyerbukan sendiri akan menghasilkan keturunan yang berkualias. Untuk melakukan persilangan tamanan, mempersiapkan proses persilangan, kastrasi, emaskulasi, isolasi dan penyerbukan merupakan proses yang harus dijalankan selama melakukan persilangan tumbuhan.

Selain menyiapkan proses penyerbukan, ada beberapa motode yang dapat dijalankan pelaku penyerbukan saat melakukan hibridisasi. Masing-masing metode persilangan ini akan memberikan dampak bagi proses persilangan. Berikut ini merupakan metode persilangan tanaman yang dapat digunakan pada saat melakukan proses hibridisasi:

  • Metode pinset

Metode dengan menggunakan pinset biasa dilakukan pada tanaman cabai, tomat, kedelai dan tembakau. Metode yang dapat dilakukan dengan mudah ini dapat menimbulkan dampak buruk jika pengguna metode tidak menjalankan metode tersebut dengan baik. Penyerbukan dapat mengalami kegagalan ketika putik dalam kondisi yang rusak.

  • Metode pompa isap

Berbeda dengan metode pinset, metode pompa isap dapat mengurangi dampak rusaknya putik. Metode ini dapat dilakukan dengan mengeluarkan anter dengan menggunakan pompa isap.

  • Metode kimia

Untuk membentuk jantan yang mandul, penggunaan bahan-bahan kimia dapat membantu proses tersebut. Sodium, NAA, GA3 dan 24 D merupakan contoh bahan kimia yang dapat digunakan dalam menjalankan metode tersebut.

  • Metode jantan mandul

Pada tanaman tertentu seperti padi dan barley, proses emaskulasi sangat sulit untuk dilakukan. Untuk mempermudah proses tersebut, penggunaan tanaman jantan yang mandul dapat mempermudah proses emaskulasi. Sifat mandul pada tanaman dapat dikendalikan secara sitoplastik dan genetic.

Kesemua metode persilangan yang dijelaskan di atas tentunya dapat memberikan kemudahan bagi para petani dalam mendapatkan bibit tanaman yang unggul. Proses yang cepat dalam menggunakan metode-metode tersebut memberikan kemudahan para petani dalam bekerja. Petani hanya perlu memilih metode persilangan tanaman mana yang sesuai dengan kondisi. Jika tidak ingin mengeluarkan dana yang besar, petani dapat menggunakan metode pinset sebagai metode persilangan. Bahan baku yang berharga murah tersebut harus dilengkapi dengan proses yang tepat. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, metode pinset memiliki kelemahan yang dapat mengganggu proses persilangan. Untuk itulah, petani harus jeli dengan kondisi sekitar dalam menentukan metode persilangan pada tanaman mana yang akan digunakan. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Anda mengenai dunia pertanian yang terjadi di lingkungan Anda.